Sabtu, 22 November 2014

10 Calon Rising Star Asia Tenggara

Turnamen sepakbola antar negara-negara Asia Tenggara, AFF Cup 2014 akan kembali digelar mulai 22 November 2014. Babak penyisihan Grup A akan digelar di Vietnam, sedangkan babak penyisihan Grup B akan berlangsung di Singapura. Meski didominasi para pemain senior, Piala AFF 2014 juga akan menjadi panggung bagi para pemain muda. Majalah olahraga ternama Fourfourtwo Singapura melansir, setidaknya ada 23 nama yang berpotensi sebagai rissing star pada turnamen ini. Berikut adalah rinciannya:

Mac Hong Quan (Vietnam)
Pemain berusia 22 tahun ini mencuri perhatian saat Vietnam berhasil mengalahkan Iran 4-1 di Asian Games 2014. Gerakan dan kemampuannya dalam menemukan ruang di daerah berbahaya menjadi ancaman serius bagi tim-tim lawan. Mengawali karier di Liga Republik Ceko, Hong Quan punya fisik dan kepercayaan diri yang tinggi.

Faris Ramli (Singapura)
Bermain di posisi sayap, pemain berusia 22 tahun ini punya umpan-umpan yang mematikan. Dalam uji coba terakhir Singapura melawan Laos, Ramli kembali unjuk kemampuannya lewat umpan matang yang diberikan kepada Khairul Amri. Dalam duel ini, Singapura berhasil menang 2-0. Satu gol lainnya dicetak oleh Shaiful Esah.

Chanatip Songkrasan (Thailand)
Saat konglomerat Bangkok, BEC digadang-gadang akan membeli Bolton Wanderers, satu yang menjadi pertanyaan wartawan Thailand adalah masa depan Songkrasan. Mereka penasaran apakah pemain berusia 21 tahun itu berpeluang tampil di Inggris. Sebelumnya, Songkrasan yang berposisi sebagai gelandang sebenarnya sudah sempat dikaitkan dengan J-League dan Bundesliga. Pemain muda terbaik Thai Premier League 2013 itu dingin dalam mencetak gol dan mampu menciptakan peluang bagi rekannya. 

Sarach Yooyen (Thailand)
Meski baru berusia 22 tahun, Yooyen sudah punya segudang prestasi. Tahun 2012, dia ikut merasakan manisnya juara Thai Premier League bersama Muangthong United. Yooyen juga ikut mengantar Thailand menjadi juara Piala AFF U-19. Dengan pengalaman ini, Yooyen diprediksi lebih percaya diri menghadapi Piala AFF 2014. Kemampuan Yooyen disebut-sebut mirip pemain Jepang, Shinji Kagawa.

Charyl Chappuis (Thailand) 
Penampilan gemilang Thailand di Asian Games 2014, membuat Pelatih Gajah Putih, Kiatisuk Senamuang, tidak ragu membawa banyak pemain muda ke Piala AFF 2014. Salah satu pemain andalannya adalah Charyl Chappuis. Berusia 22 tahun, Chappuis merupakan pemain kelahiran Swiss. Saat masih memperkuat timnas Swiss, pemain yang kini memperkuat klub Suphanburi itu pernah menjuarai Piala Dunia U-17. Bermain di posisi gelandang, Chappuis punya kemampuan dalam membaca permainan dengan baik. Saat Thialand mengalahkan Filipina 3-0, Chappuis tampil gemilang. Meski baru berusia 22 tahun, Chappuis juga sudah merasakan berbagai gelar juara.

Zubir Azmi (Malaysia)
Azmi mengawali kiprahnya bersama timnas Malaysia pada 2011 saat Malaysia kalah 0-5 dari Australia. Pemain berusia 23 tahun ini juga dijuluki sebagai Patrice Evra dari Asia usai tampil memukau saat Malaysia mengalahkaan Vietnam di SEA Games 2011 beberapa waktu lalu. Dalam duel ini, Malaysia menang dengan skor 2-0. Julukan lain yang diberikan kepadanya adalah Gareth Bale dari Asia. Meski tidak secepat aslinya, Azmi merupakan pemain yang tak kenal lelah. Kuat dalam bertahan dan kerap ikut membantu serangan.

Farhan Roslan (Malaysia)
Baru menginjak usia 17 tahun, Roslan mungkin terlalu dini untuk tampil di Piala AFF 2014. Namun, melihat sepak terjangnya bersama klub Kedah FA, pemain yang bisa bermain sebagai gelandang dan striker ini pantas untuk diperhitungkan. Meski masih berusia belia, Roslan memiliki ketenangan saat berada di depan gawang lawan.

Evan Dimas (Indonesia)
Sangat jarang terjadi, seorang remaja dari Asia Tenggara menghiasi halaman utama di Korea Selatan, namun Evan Dimas berhasil melakukannya pada 2013. Evan mencuri perhatian saat ikut ambil bagian membawa timnas
Indonesia U-19 mengalahkan Pejuang Taeguk pada babak kualifikasi Piala Asia
U-19, tahun lalu. Evan merupakan satu-satunya jebolan Timnas U-19 yang kini memperkuat timnas senior. Bermain di posisi gelandang, Evan punya skill yang patut diperhitungkan.

Kyaw Ko Ko (Myanmar)
Pemain berusia 21 tahun ini adalah ikon sepakbola Myanmar. Meski masih berusia muda, Kyaw Ko Ko, merupakan penyerang andalan The White Angels. Pada SEA Games 2013, Kyaw Koko tampil memukau. Sayang, kecerobohan tim pelatih Myanmar yang tidak mengetahui aturan main membuat langkah mereka terhenti di babak penyisihan. Myanmar yang menjadi tuan rumah tersingkir usai kalah 0-1 dari Indonesia.

Soukaphone Vongchiengkham (Laos)
Nama Vongchiengkham tidak akan pernah lepas dari benak pelatih Brunei Darussalam. Striker berusia 21 tahun itu dianggap sebagai kunci kemenangan Laos saat mengalahkan Brunei Darussalam 4-2 di babak penyisihan Piala AFF Oktober lalu. Usai pertandingan, pelatih Brunei tak henti-hentinya memuji penampilan Vongchiengkham. Menurut dia, Vongchiengkham yang mencetak hattrick merupakan pemain fantastis dan menyebutnya sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar