Rabu, 23 Oktober 2013

Arema Pertahankan 1-2 Pemain Asing, Siapa Saja?

Mendekati hari pengumuman pemain Arema yang dipertahankan dan yang dicoret, spekulasi pemain asing ikut mencuat. Menuut kabar yang beredar, manajemen hanya kan mempertahankan 1-2 pemain saja untuk musim depan.

Direktur Bisnis dan Marketing Arema, Fuad Ardiansyah menyebut, minimal ada satu pemain asing yang dipertahankan dan sisanya akan dicoret. Seperti yang sempat diberitakan bahwa bomber Beto Goncalves menjadi kandidat kuat pemain asing yang bertahan.

Namun saat disinggung nama Beto sebagai pemain yang pasti dipertahankan, Fuad langsung berkilah dengan statemen diplomatisnya. Menurutnya, kemungkinan nama lain bisa saja muncul di press release manajemen nanti.

"Belum tentu Beto saja yang kita pertahankan. Karena Arema masih punya Ridhuan, Gumbs dan Gathuessi," tutur pria berkacamata itu.

Manajemen masih sangat riskan jika buru-buru menentukan siapa pemain asing yang akan dipakai jasanya musim depan. Hal ini mengingat regulasi terkait pemain asing dari PT. Liga Indonesia belum turun.

Mengenai jumlah pemain asing yang diperbolehkan dipakai klub peserta kompetisi musim depan, PT. LI belum memutuskan. Arema masih menunggu keputusan dari reggulator kompetisi tersebut dalam menentukan formasi pemain asingnya.

"Begitu regulasinya turun, kita akna segera umumkan terkait pemain asing yang akan kita pakai," tuturnya.

# Evans : Salahkan para pemain - bukan Moyes! #

Bek tengah Manchester United, Jonny Evans, menegaskan para pemain United yang seharusnya disalahkan atas start buruk tim di musim ini, bukan sang manajer, David Moyes.

"Tanggung jawab berada di pundak para pemain." kata pemain bertahan internasional Irlandia Utara itu. "Kami tahu bahwa kami tidak bermain cukup baik, baik secara individu maupun tim. Kami harus merefleksikan diri sendiri serta meningkatkan kemampuan kami."

"Kami merasa sangat kecewa. Kami telah menyaksikan laga tim menghadapi Southampton (19/10) yang lalu dan penampilan kami sungguh mengecewakan. Kami terlalu mudah kehilangan bola. Sebenarnya kami ingin mengendalikan laga itu."

"Kami membiarkan Southampton mengontrol pertandingan ini sedikit lebih baik daripada kami."

★☆ Jacksen Tiago Kibarkan Bendera Putih ★☆

Sembilan poin wajib digenggam tim nasional Indonesia senior jika tetap ingin menjaga peluang lolos dari fase kualifikasi Grup C Piala Asia 2015.

Sebab pada tiga laga sebelumnya, skuad arahan Jacksen Ferreira Tiago tersebut mengalami 

dua kali kekalahan dan dan baru mendapat satu poin berkat satu hasil imbang melawan 
China.

"Memang sejak kapan Indonesia punya peluang lolos? Seingat saya, sebelum kami menangani tim ini, Indonesia sudah menelan dua kali kekalahan.

Lantas apakah dengan dua kekalahan dan satu kali hasil imbang sudah cukup untuk lolos?" kata Jacksen.

"Persentase untuk lolos, pun bisa diketahui dari hitung-hitungan poin di setiap grup dan peringkat ketiga terbaik yang saat ini dipegang oleh Malaysia.

Sisa 9 poin dari tiga pertandingan, berapa poin yang bisa kami dapatkan? Hal itu, hanya Tuhan yang tahu," tegasnya.

Pada laga selanjutnya di kualifikasi Piala Asia, Indonesia akan bertandang ke markas China di Stadion Shanxi, Xi'an, pada 15 November.

Sebelum itu, para pemain akan menjalani dua agenda uji coba.

Pertama yakni, lawan Mali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada 3 November dan bertandang ke Korea Utara (Korut) pada 9 November.